|
Strategi Adaptasi Pengelolaan Kegiatan Mengaji dalam Merespon Kebijakan Full Day School di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mubtadi’in Tambak Bawean Gresik - 16 June 2026 |
Description
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi pengelolaan kegiatan mengaji dalam merespon kebijakan Full Day School (FDS) di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mubtadi’in serta implikasinya terhadap kesiapan santri dalam mengikuti kegiatan mengaji. Penerapan FDS yang memperpanjang durasi belajar formal dari pagi hingga sore hari berdampak pada keterbatasan waktu, kelelahan fisik, serta kejenuhan mental santri, sehingga memengaruhi efektivitas kegiatan keagamaan nonformal seperti Madrasah Diniyah dan TPQ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala yayasan, kepala madrasah diniyah, ustadz-ustadzah, serta santri yang mengalami langsung perubahan sebelum dan sesudah penerapan FDS. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi pengelolaan kegiatan mengaji dilakukan melalui: (1) identifikasi tujuan pembelajaran untuk mempertahankan keberlangsungan kegiatan mengaji dan nilai dasar pesantren, (2) analisis kebutuhan dan kondisi belajar santri akibat penerapan FDS, (3) pengembangan strategi pembelajaran melalui penyesuaian jadwal, pemilihan kitab inti, serta metode yang fleksibel dan interaktif, (4) implementasi kegiatan mengaji yang disesuaikan dengan kondisi santri, dan (5) evaluasi melalui monitoring kehadiran, partisipasi, serta efektivitas kegiatan mengaji. Implikasi strategi tersebut menunjukkan bahwa kelelahan fisik masih menjadi tantangan utama, namun kesiapan mental, motivasi belajar, dan partisipasi santri tetap terjaga melalui suasana pembelajaran yang lebih fleksibel dan tidak menekan. Selain itu, pemahaman santri tetap relatif stabil meskipun intensitas pendalaman materi lebih terbatas. Strategi adaptasi tidak mampu menghilangkan kelelahan fisik, tetapi berhasil menjaga kesiapan mental dan partisipasi santri.
Information
Record
| View Item | ![]() |
| Request ownership of this record | ![]() |



Tools
Tools